Agroekoteknologi / Kemahasiswaan

Peduli Kesehatan Mental Mahasiswa, Agroekoteknologi UNMUL Delegasikan Tujuh Mahasiswa Ikuti Pelatihan Konselor Sebaya

Samarinda  ·  Kegiatan: 11–12 September 2026
Program Studi Agroekoteknologi · Fakultas Pertanian · Universitas Mulawarman

Dokumentasi kegiatan pelatihan Konselor Sebaya KAWAN Universitas Mulawarman
Pelatihan Konselor Sebaya “KAWAN” · Universitas Mulawarman.

Samarinda — Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman (UNMUL) mendelegasikan tujuh mahasiswa untuk mengikuti Pelatihan Konselor Sebaya “KAWAN” (Kepedulian Antar Mahasiswa untuk Rasa Aman dan Nyaman) yang diselenggarakan oleh Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Mulawarman. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, pada 11–12 September 2026

Konselor Sebaya merupakan program pembekalan bagi mahasiswa agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan dukungan awal kepada teman sebaya yang menghadapi berbagai persoalan akademik, sosial, maupun psikologis. Melalui pelatihan ini, mahasiswa dibekali kemampuan untuk mendengarkan secara aktif dan empatik, memberikan dukungan psikologis awal, mengenali kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, serta memahami kapan dan bagaimana mengarahkan teman kepada tenaga profesional atau layanan konseling yang lebih kompeten.

Program ini menjadi semakin relevan dengan berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Kehidupan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kuliah, praktikum, organisasi, penelitian, dan penyusunan tugas akhir, tetapi juga dapat diwarnai oleh tekanan sosial, persoalan relasi, kekhawatiran mengenai masa depan, tuntutan akademik, hingga berbagai persoalan pribadi yang tidak selalu mudah untuk disampaikan kepada orang lain.

Pada kondisi tersebut, teman sebaya memiliki posisi yang sangat strategis. Teman sering kali menjadi orang pertama yang mengetahui perubahan kondisi seseorang dan menjadi tempat awal untuk berbagi cerita. Namun, dukungan tersebut perlu diberikan secara tepat, empatik, tidak menghakimi, serta tetap memperhatikan batas kemampuan dan kewenangan seorang konselor sebaya.

Pelatihan Konselor Sebaya “KAWAN” bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mendengarkan secara empatik dan tanpa penghakiman, memberikan dukungan awal secara tepat, menjaga kerahasiaan informasi yang dipercayakan kepada mereka, mengenali tanda-tanda kondisi psikologis yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut, serta memahami batas peran sebagai konselor sebaya, termasuk kapan diperlukan rujukan kepada tenaga profesional.

Materi pelatihan meliputi pemahaman mengenai tugas perkembangan dan berbagai permasalahan pada masa dewasa awal, konsep dan batasan peran konselor sebaya, Psychological First Aid (PFA) dengan prinsip Look, Listen, Link, prinsip dan teknik dasar konseling, hingga praktik simulasi atau role play dalam mendampingi sesama mahasiswa.

Tujuh mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi yang mengikuti pelatihan tersebut adalah:

  1. Ade Alvina Apriani (NIM 2303016010)
  2. Zahra Indar Pramesti (NIM 2303016021)
  3. Muliyani (NIM 2303016054)
  4. Dina Mariyana (NIM 2303016070)
  5. Claudia P. U. Saragih (NIM 2403016020)
  6. Erica Fernanda (NIM 2403016068)
  7. Robertus Songgo (NIM 2403016118)
Dokumentasi pelatihan Konselor Sebaya KAWAN
Dokumentasi pelatihan Konselor Sebaya “KAWAN”.

Keikutsertaan dalam kegiatan ini sekaligus menempatkan Program Studi Agroekoteknologi, bersama Program Studi Kehutanan dan Program Studi Kesehatan Masyarakat, sebagai salah satu pionir pengembangan program Konselor Sebaya di lingkungan Universitas Mulawarman. Keterlibatan ketiga program studi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem dukungan sebaya yang lebih luas dan berkelanjutan bagi mahasiswa UNMUL.

Bagi Program Studi Agroekoteknologi, keterlibatan dalam program ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Lingkungan pendidikan yang sehat tidak hanya diukur dari capaian akademik, prestasi, dan kompetensi lulusan, tetapi juga dari kemampuan institusi dalam membangun suasana belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan saling mendukung.

Program Studi Agroekoteknologi berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk saling peduli, saling mendengarkan, serta memperoleh dukungan ketika menghadapi berbagai tantangan selama menjalani kehidupan perkuliahan.

Ke depan, ketujuh mahasiswa yang telah mendapatkan pembekalan sebagai Konselor Sebaya diharapkan dapat menjadi garda awal dalam memberikan dukungan kepada teman-teman sejawatnya, khususnya di lingkungan Program Studi Agroekoteknologi. Mereka bukan pengganti psikolog atau tenaga profesional, tetapi diharapkan dapat menjadi teman yang hadir, mampu mendengarkan dengan empati, mengenali kebutuhan bantuan lebih lanjut, serta membantu menghubungkan mahasiswa dengan layanan profesional ketika diperlukan.

Melalui langkah ini, Program Studi Agroekoteknologi berharap budaya saling peduli, saling menjaga, dan berani mencari bantuan dapat semakin tumbuh di kalangan mahasiswa, sehingga tercipta lingkungan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat, aman, dan manusiawi.

berita admin