Samarinda — Program Studi Agroekoteknologi (AGT), Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya evaluasi, revisi, dan pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman

FGD kurikulum ini dilaksanakan pada Rabu, 20 Agustus 2025, bertempat di Gedung Prof. Rachmat Hernadi, M.Sc., dan dihadiri oleh dosen, praktisi, serta pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun masukan mendalam mengenai kompetensi lulusan, tren dunia kerja dan industri, serta tantangan global, sehingga lulusan Agroekoteknologi diharapkan memiliki kesiapan kerja, adaptif, dan berdaya saing.

Kegiatan FGD merupakan bagian dari langkah strategis Program Studi Agroekoteknologi dalam merespons dinamika kebijakan pendidikan tinggi, khususnya Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, serta Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025 yang mengarahkan penyelenggaraan pendidikan tinggi menuju standar global dengan penekanan pada mutu yang lebih fleksibel dan kompetitif secara internasional.

Melalui forum ini, dilakukan pembahasan komprehensif mengenai penyesuaian kurikulum OBE yang mencakup perumusan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), bahan kajian, struktur dan pemetaan mata kuliah, hingga integrasi kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM). Kurikulum dirancang tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan akreditasi regional dan internasional serta perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Selain itu, FGD juga menegaskan pentingnya keterlibatan pemangku kepentingan eksternal dalam proses pengembangan kurikulum agar selaras dengan kebutuhan nyata dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tantangan pertanian modern yang berkelanjutan. Pendekatan OBE yang diterapkan menekankan keterkaitan antara kurikulum berbasis capaian, proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, dan sistem penilaian yang terukur dan objektif.

Hasil FGD Kurikulum Agroekoteknologi Tahun 2025 ini akan menjadi dasar penyusunan dokumen kurikulum baru yang direncanakan mulai diimplementasikan pada Tahun Akademik 2026/2027. Melalui proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, Program Studi Agroekoteknologi berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

berita admin