Agroekoteknologi · Kerja Sama dan Edukasi Samarinda — Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman bekerja sama dengan Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Kalimantan Timur menyelenggarakan Karantina Goes to Campus pada 5 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Sosialisasi Kenali Karantina Lindungi Sumber Daya Hayati Kita”, dengan menempatkan pengenalan perkarantinaan sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian terhadap perlindungan sumber daya hayati. Materi kegiatan mencakup karantina tumbuhan, karantina hewan, karantina ikan, serta penegakan hukum perkarantinaan. Cakupan tersebut menghadirkan perspektif lintas bidang mengenai peran karantina dalam perlindungan sumber daya hayati dan kaitannya dengan dunia pertanian. Dalam materi “Perkarantinaan Tumbuhan dan Ancaman OPTK di Kalimantan Timur”, Hariyadi Cahyono, Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Madya BBKHIT Kalimantan Timur, menjelaskan tujuan karantina tumbuhan, termasuk pencegahan masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Materi tersebut juga membahas pengawasan lalu lintas media pembawa dalam kegiatan impor, ekspor, dan perpindahan antararea. Pembahasan karantina tumbuhan mengangkat contoh ancaman terhadap komoditas perkebunan, antara lain lethal yellowing pada kelapa, cadang-cadang viroid, dan South American Leaf Blight pada karet. Contoh tersebut memperlihatkan pentingnya kewaspadaan terhadap organisme pengganggu yang dapat mengancam kesehatan tanaman dan keberlanjutan produksi pertanian. Materi juga mengenalkan tindakan karantina, mulai dari pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, dan perlakuan hingga penahanan, penolakan, pemusnahan, serta pembebasan. Sementara itu, dokumentasi dalam materi karantina hewan menampilkan contoh desinfeksi pada kedatangan sapi serta pemeriksaan dokumen dan fisik media pembawa ayam. Bagi lingkungan akademik Agroekoteknologi, pengenalan perkarantinaan dapat memperkaya pemahaman mengenai hubungan antara kesehatan tanaman, biosekuriti, dan perlindungan sumber daya genetik. Materi tersebut juga menjadi penghubung antara pembelajaran ilmu pertanian dan praktik pengawasan komoditas di lapangan. Kerja sama melalui Karantina Goes to Campus ini diharapkan mendorong kepedulian sivitas akademika terhadap peran karantina dalam menjaga sumber daya hayati. Pengenalan sejak di lingkungan kampus menjadi bekal untuk membangun pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, dan tanggap terhadap ancaman organisme pengganggu.AGT UNMUL dan BBKHIT Kalimantan Timur Gelar Karantina Goes to Campus untuk Lindungi Sumber Daya Hayati

Mengenal Karantina dan Perlindungan Sumber Daya Hayati
Memahami Ancaman terhadap Pertanian Kalimantan Timur

Menghubungkan Pembelajaran dengan Praktik Perkarantinaan

07
Oct