Loa Janan, 18 Juni 2026 - Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura melalui UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Samarinda melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Kelompok Tani Subur Aman sebagai sasaran utama penyampaian informasi dan edukasi mengenai pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), khususnya hama tikus pada tanaman padi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut turut didukung oleh dosen bidang Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menghadapi serangan hama tikus secara tepat, terpadu, dan berkelanjutan. Hama tikus merupakan salah satu OPT yang berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada pertanaman padi, baik pada fase vegetatif maupun generatif. Serangan tikus dapat menyebabkan tanaman patah, anakan rusak, hingga kehilangan hasil pada fase pengisian bulir. Oleh karena itu, pengendalian perlu dilakukan secara dini, terencana, dan melibatkan kerja sama antarpetani dalam satu hamparan. Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ibu Wiwik Kustiwi, S.P. selaku POPT Ahli Muda sekaligus Koordinator LPHP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya sinergi antara petani, petugas pengendali OPT, penyuluh, serta akademisi dalam menghadapi permasalahan hama tanaman di tingkat lapangan. Beliau menekankan bahwa pengendalian hama tikus akan lebih efektif apabila dilakukan secara serempak dan terkoordinasi oleh seluruh petani, bukan hanya dilakukan secara individual pada masing-masing lahan. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Bapak Dr. Abdul Sahid, S.P., M.P. selaku perwakilan dosen HPT Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Bapak Sahid menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura serta UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Samarinda atas pelaksanaan kegiatan pendampingan kepada petani. Pada sesi utama kegiatan, Bapak Sahid menyampaikan materi mengenai pengendalian hama tikus pada tanaman padi. Materi mencakup pengenalan gejala serangan tikus, dampak serangan terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi, serta pentingnya pengendalian hama secara terpadu. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pengendalian tikus tidak dapat hanya mengandalkan satu metode, melainkan perlu dikombinasikan melalui sanitasi lingkungan, pengaturan habitat, pengamatan rutin, penggunaan perangkap, pengendalian mekanis, serta pengendalian serempak di tingkat kelompok tani. Selain penyampaian materi oleh dosen HPT, pihak Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura melalui UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Samarinda juga memberikan pengenalan mengenai rodentisida sebagai salah satu alternatif pengendalian tikus di lapangan. Petani diberikan penjelasan mengenai fungsi rodentisida, prinsip penggunaan yang tepat sasaran, serta pentingnya membaca dan mengikuti petunjuk penggunaan pada label produk. Pengenalan tersebut bertujuan agar petani memahami bahwa rodentisida harus digunakan secara hati-hati, sesuai dosis dan ketentuan, serta tidak digunakan secara berlebihan. Aplikasi dilakukan dengan menempatkan umpan rodentisida pada lokasi yang menjadi jalur aktivitas tikus, seperti di sekitar pematang, lubang aktif, jalur lintasan, atau titik yang menunjukkan adanya gejala serangan. Sebagai bentuk dukungan terhadap pengendalian hama tikus di Kelurahan Tani Aman, pihak Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura melalui UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Samarinda melakukan pembagian rodentisida secara gratis kepada anggota Kelompok Tani Subur Aman. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pengendalian tikus secara serempak di wilayah pertanaman padi. Pembagian rodentisida juga menjadi bagian dari upaya mendorong petani untuk menerapkan pengendalian yang lebih terarah dan sesuai dengan rekomendasi teknis. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi antara narasumber, petugas UPTD, dan anggota Kelompok Tani Subur Aman. Para petani menyampaikan pengalaman mereka terkait serangan tikus, lokasi serangan yang sering terjadi, serta kendala dalam melakukan pengendalian di lahan. Diskusi tersebut menjadi ruang penting untuk menyusun langkah pengendalian yang lebih sesuai dengan kondisi pertanaman dan karakteristik lingkungan di Kelurahan Tani Aman. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan Kelompok Tani Subur Aman dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan pengendalian hama tikus secara terpadu. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, petugas perlindungan tanaman, akademisi, dan petani dalam menjaga produktivitas tanaman padi. Dengan pengendalian yang dilakukan secara tepat, serempak, dan berkelanjutan, risiko kehilangan hasil akibat serangan tikus diharapkan dapat ditekan serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Loa Janan.
Dosen HPT Agroekoteknologi Dukung Edukasi Pengendalian Hama Tikus pada Tanaman Padi di Loa Janan
Sinergi Petani, Petugas Lapangan, dan Akademisi
Pengendalian Tikus Secara Terpadu
Dukungan Pengendalian di Lapangan
22
Jun
Pengabdian Kepada Masyarakat
Fokus Kegiatan
Edukasi pengendalian organisme pengganggu tanaman, khususnya hama tikus pada tanaman padi.
Peserta
Anggota Kelompok Tani Subur Aman bersama UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Samarinda.
Kolaborasi
Dukungan dosen HPT Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman.
Keterlibatan unsur pemerintah dan akademisi diharapkan dapat memperkuat penerapan pengetahuan perlindungan tanaman di lapangan serta membantu petani mengambil keputusan pengendalian yang lebih tepat berdasarkan kondisi pertanaman.