Samarinda, 3 Juli 2026 – Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman melaksanakan kegiatan benchmarking kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) ke Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Jumat, 3 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Agroekoteknologi Universitas Mulawarman dalam meningkatkan kualitas kurikulum yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan sesuai dengan standar pendidikan tinggi nasional maupun internasional.
Kegiatan benchmarking menghadirkan Prof. Dr. Ir. Hadiwiyono, M.Si. sebagai narasumber yang membagikan pengalaman Program Studi Agroteknologi UNS dalam merancang, mengimplementasikan, mengevaluasi, serta melakukan penyempurnaan kurikulum berbasis OBE. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa keberhasilan implementasi OBE tidak hanya bergantung pada penyusunan dokumen kurikulum, tetapi juga pada keselarasan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), strategi pembelajaran, asesmen, hingga mekanisme evaluasi berkelanjutan.
Prof. Hadiwiyono menjelaskan bahwa kurikulum OBE harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tantangan global di sektor pertanian. Oleh karena itu, penyusunan kurikulum perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pengguna lulusan, alumni, asosiasi profesi, pemerintah, dan industri, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai aspek implementasi OBE, mulai dari penyusunan profil lulusan, pemetaan CPL terhadap mata kuliah, penyusunan course learning outcomes (CLO), metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning), hingga sistem asesmen dan evaluasi yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai praktik baik (best practices) yang telah diterapkan oleh Program Studi Agroteknologi UNS dalam pengelolaan kurikulum dan penjaminan mutu akademik.
Melalui kegiatan benchmarking ini, Program Studi Agroekoteknologi Universitas Mulawarman memperoleh berbagai masukan strategis sebagai bahan penyempurnaan kurikulum OBE yang sedang dikembangkan. Hasil benchmarking diharapkan dapat memperkuat implementasi pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran, meningkatkan kualitas lulusan, serta mendukung pencapaian visi Program Studi Agroekoteknologi sebagai penyelenggara pendidikan tinggi yang unggul di bidang pertanian tropika lembap.
Selain mempererat hubungan kelembagaan antara Universitas Mulawarman dan Universitas Sebelas Maret, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam membangun budaya peningkatan mutu berkelanjutan melalui kolaborasi antarperguruan tinggi. Diharapkan kerja sama akademik yang telah terjalin dapat terus berkembang dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kurikulum yang inovatif dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
berita admin