Samarinda — Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan memperoleh pendanaan hibah penelitian dari Program BIMA Tahun 2026. Dalam capaian tersebut, Program Studi Agroekoteknologi turut memberikan kontribusi signifikan dengan empat dosen sebagai ketua tim peneliti yang berhasil lolos pendanaan pada berbagai skema kompetitif.
Adapun empat dosen dari Prodi Agroekoteknologi yang berhasil memperoleh hibah sebagai ketua peneliti adalah sebagai berikut:
Sopialena (Ketua)
Anggota: Abdul Sahid, Nurhasanah, Mariyah, Andi Suryadi, Rosfiansyah
Judul Penelitian: Komposisi Pupuk Organik yang Mengandung Penicillium sp., Metarhizium sp., Rhizobium sp., dan Trichoderma sp.
Skema: Pendanaan Dorongan Teknologi Tipe 1 (Hilirisasi/Riset Terapan)
Widi Sunaryo (Ketua)
Anggota: Dr. Odit Ferry, Penny Pujowati, Bernatal Saragih
Judul Penelitian: Studi agromorfologi, fitokimia, molekuler, dan pengembangan budidaya Araceae spp. (talas) pada lahan suboptimal gambut Kalimantan Timur sebagai sumber pangan alternatif
Skema: PPS-PDD (Penelitian Terapan)
Abdul Sahid (Ketua)
Anggota: Risya Rosida, Ananda Nuryadi Pratama
Judul Penelitian: Kajian Mekanisme Spesifisitas Inang dan Respons Ekotoksikologi Fusarium keratoplasticum TKKS-1 untuk Pengembangan Mikopestisida Ramah Lingkungan terhadap Hama Padi
Skema: PFR (Penelitian Fundamental Riset)
Odit Ferry Kurniadinata (Ketua)
Anggota: Rudarmono, Jevon Jethro Millard (Mahasiswa S2)
Judul Penelitian: Optimasi Teknologi Biopori untuk Peningkatan Retensi Air dan Aktivitas Mikrobia Rizosfer pada Perkebunan Kelapa Sawit Produktif
Skema: PPS-PTM (Penelitian Terapan)
Keberhasilan ini menunjukkan kapasitas dan daya saing dosen Agroekoteknologi dalam mengembangkan riset berbasis ilmu agronomi, proteksi tanaman, dan ilmu tanah yang terintegrasi. Ragam topik penelitian yang didanai juga mencerminkan fokus pada inovasi berkelanjutan, mulai dari pengembangan pupuk hayati, mikopestisida ramah lingkungan, hingga optimalisasi sistem produksi di lahan suboptimal dan perkebunan.
Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam tim penelitian, seperti pada skema yang melibatkan mahasiswa S2, menjadi indikator kuat komitmen Prodi Agroekoteknologi dalam mengintegrasikan pendidikan dan penelitian secara sinergis.
Capaian ini diharapkan dapat memperkuat posisi Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang adaptif terhadap tantangan global, khususnya di wilayah tropika basah Kalimanta