Permasalahan pengelolaan sampah saat ini tidak lagi terbatas pada upaya menjaga kebersihan lingkungan. Isu ini telah berkembang menjadi bagian strategis dalam agenda pembangunan berkelanjutan nasional di Indonesia. Di Kota Samarinda, capaian pengelolaan sampah dipengaruhi oleh keterlibatan aktif masyarakat yang diperkuat melalui peran edukatif perguruan tinggi dan kontribusi generasi muda. Kampus memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran serta praktik pengelolaan sampah yang sistematis dan berkelanjutan. Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan.
Sejalan dengan hal tersebut, seluruh fakultas di lingkungan universitas didorong untuk mengambil peran sebagai pelopor dalam pengelolaan sampah. Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman menjadi salah satu unit yang menunjukkan komitmen tersebut melalui penyelenggaraan Talkshow Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, dengan mengusung tema Clean Earth, Great Future. Tema ini merefleksikan visi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan kampus yang bersih dan berwawasan masa depan. Kegiatan talkshow menjadi ruang diskusi antara sivitas akademika dan pemangku kepentingan. Agenda ini juga memperkuat posisi kampus sebagai pusat edukasi lingkungan.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Suhardi, menyampaikan bahwa tema kegiatan dipilih sebagai representasi arah kebijakan pengelolaan sampah yang terintegrasi. Ia menekankan keterkaitan erat antara pengelolaan sampah dengan konsep circular economy, pengembangan green campus, serta praktik sustainable agriculture. Menurutnya, Fakultas Pertanian memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk mendorong perubahan cara pandang terhadap sampah. Paradigma lama yang menempatkan sampah sebagai limbah akhir perlu digeser menjadi sumber daya yang dapat dikelola. Perubahan paradigma ini dinilai relevan dengan tantangan lingkungan saat ini.
Melalui pendekatan tersebut, sampah diposisikan sebagai potensi yang dapat memberikan nilai tambah apabila dikelola secara tepat. Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman telah menerapkan konsep ini melalui pengelolaan Bank Sampah yang terintegrasi di lingkungan kampus. Inisiatif ini menjadikan Fakultas Pertanian sebagai satu-satunya fakultas yang memiliki Bank Sampah aktif di tingkat universitas. Keberadaan Bank Sampah menjadi sarana pembelajaran sekaligus praktik nyata pengelolaan sumber daya. Program ini juga melibatkan mahasiswa secara langsung dalam proses pemilahan dan pengelolaan sampah. Dengan demikian, nilai edukatif dan aplikatif dapat berjalan secara bersamaan.
Suhardi menegaskan bahwa pengelolaan sampah memerlukan komitmen jangka panjang dari seluruh elemen kampus. Proses ini menuntut konsistensi, kesadaran kolektif, serta partisipasi aktif dari sivitas akademika. Sampah tidak lagi dipahami sebagai akhir dari suatu siklus, melainkan sebagai awal dari siklus baru yang dapat dikelola secara optimal. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk budaya kampus yang peduli lingkungan. Selain itu, praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. Kampus diharapkan hadir sebagai pusat perubahan perilaku lingkungan.
Pengelolaan sampah yang terencana dan didukung komitmen yang kuat diyakini mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional menjadi sarana strategis untuk memperkuat edukasi pemilahan dan pengolahan sampah yang benar. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kepedulian lingkungan ditanamkan secara berkelanjutan kepada mahasiswa. Harapannya, praktik baik ini dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman terus mendorong integrasi antara pendidikan, pengelolaan lingkungan, dan tanggung jawab sosial. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
mahasiswa admin