Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengundang dosen Program Studi Agroekoteknologi Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Ir. Zulkarnain, M.S., sebagai narasumber Seminar Nasional Kedaulatan Pertanian 2026. Kehadiran Prof. Zulkarnain menjadi bagian penting dalam penguatan kajian pertanian berkelanjutan berbasis keilmuan dan praktik lapangan. Undangan ini menunjukkan pengakuan terhadap kompetensi akademik dan pengalaman beliau di bidang pengelolaan lahan dan produksi pertanian. Kegiatan ini melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Fokus utama seminar adalah menjawab tantangan pertanian nasional. Isu yang dibahas relevan dengan kondisi aktual sektor pertanian.
Prof. Dr. Ir. Zulkarnain, M.S. membahas topik Harmoni Produksi dan Konservasi. Optimalisasi Lahan Tanpa Deforestasi Menuju Pertanian Regeneratif. Topik ini menyoroti strategi peningkatan produksi pangan tanpa membuka lahan baru. Pendekatan yang disampaikan berbasis efisiensi pemanfaatan lahan dan perlindungan ekosistem. Contoh praktik pertanian regeneratif menjadi bagian dari paparan. Pendekatan ini dinilai relevan untuk wilayah dengan tekanan alih fungsi lahan. Materi diarahkan agar dapat diterapkan oleh akademisi dan praktisi.
Seminar Nasional ini dilaksanakan secara daring pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan merupakan rangkaian Lokakarya dan Seminar Nasional Kedaulatan Pertanian 2026. Peserta berasal dari dosen, mahasiswa, peneliti, dan praktisi pertanian. Diskusi berjalan aktif melalui sesi tanya jawab. Peserta mendapatkan perspektif ilmiah dan kebijakan terkait konservasi lahan. Kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi lintas perguruan tinggi.
Partisipasi dosen Agroekoteknologi Universitas Mulawarman dalam forum nasional ini memperkuat peran institusi dalam pengembangan ilmu pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi sarana diseminasi gagasan akademik kepada publik yang lebih luas. Program studi diharapkan dapat mengambil manfaat dari pertukaran pengetahuan yang terjadi. Topik yang dibahas mendukung agenda kedaulatan pangan nasional. Kegiatan ini juga memperluas jejaring akademik antar institusi. Hasil seminar diharapkan dapat mendorong implementasi pertanian regeneratif di berbagai wilayah.
berita admin